Dear teman-teman,
Karena banyak yang bingung menghubungkan antara posisi bermain harmonika dengan teori musik dasar yang saya post beberapa waktu lalu, saya akan kasih posisi bermain harmonika dalam tab. Tab ini menggunakan harmonika kunci C sebagai contoh, tapi penerapannya di harmonika kunci lain tetap sama. Harapan saya, kalian tidak bingung lagi mengenai penerapan posisi dalam harmonika. File ini juga akan menjawab mengapa lebih mudah menggunakan mode mixolydian pada posisi 2 dan dorian pada posisi 3 (karena mode mayor dan minor murni sulit dimainkan secara lengkap).
Silakan sedot file berikut:
POSISI DALAM BERMAIN HARMONIKA
Label
- Tab Harmonika
- Teknik Bermain
- Serba Serbi Harmonika
- Daftar Harga Harmonika
- Cara Membaca Tab
ISI BLOG INI:
Tampilkan postingan dengan label Teknik Bermain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Bermain. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Oktober 2014
Sabtu, 17 Mei 2014
(11). TEORI MUSIK DASAR - BAGIAN 1
Karena postingan sebelumnya menuai keluhan dari beberapa pembaca karena sulit dipahami, saya berinisiatif menyusun teori musik dasar yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari kurikulum Seni Musik pas SMP (Hayoo, ketahuan pada gak nyimak, ya? Saya juga, sih). Teori musik dasar ini penting untuk mempelajari semua jenis alat musik. Hanya saja, karena kita fokus belajar harmonika, saya agak menekankan materi blues.
Sementara ini, saya baru bikin bagian-1 yang mencakup bahasan mengenai nada, interval, dan beberapa jenis tangga nada. Rencananya, saya akan lanjutkan ke bagian-2, dst. jika saya sendiri sudah paham (saya sendiri masih belajar). Koreksi dan saran-saran dari teman-teman semua sangat saya harapkan untuk memperbaiki kualitas materi ini. Oh ya, tentunya saya juga sangat merekomendasikan teman-teman agar belajar dari sumber lain untuk memperkaya pengetahuan musik. Keep blowsucking!
Minggu, 20 April 2014
(10). 3rd POSITION atau POSISI KETIGA
3rd POSITION (SLANT)
Merupakan posisi yang kadang-kadang dipakai juga untuk
bermain blues dan rock. Misalnya di kunci C, Anda bisa
bermain di D dorian atau D blues. Posisi ini lebih memiliki nuansa sedih (minor).
Jadi, sekarang kita belajar main di D
minor pakai harmonika C (3rd Position).
Tangga nada D dorian:
D E F G A B C D
-4 5 -5 6 -6 -7 7 -8
Loh apa maksudnya tangga nada D dorian? Jadi begini, kalau kita memaksakan main tangga nada D
minor lengkap di harmonika C, kita harus menguasai teknik overbending dulu. Nah, karena belum bisa, kita ganti satu nada saja
(nada Bb) menjadi nada B agar lebih mudah dimainkan, tapi tetap terdengar minor/sedih.
Dengan begitu, sekarang kita bisa main dengan tangga nada D dorian (yang sangat
mirip D minor) di harmonika C.
Tangga nada D minor
pentatonik:
D F G A C D
-4 -5 6 -6 7 -8
Tangga nada D blues:
D F G Ab A C D
-4 -5 6 -6’ -6 7 -8
Nah, ketiga contoh yang
Mimin kasih di atas semua terdengar sama-sama sedih kan? Mimin lagi galau
soalnya. Hehe. Silakan pakai tangga nada yang mana aja, atau dicampur juga
boleh, bahkan pakai nada lain juga boleh (yang penting akur/harmonis). Jangan
lupa ketika kita main di kunci D minor pada harmonika C, nada D harus menjadi
nada patokanmu, ya.
(9). 2nd POSITION atau POSISI KEDUA
2nd POSITION (CROSS)
Merupakan posisi yang
sering digunakan dalam bermain blues
dan rock. Misalnya di kunci C, Anda
bisa bermain dengan tangga nada G mixolydian atau G blues.
Tangga nada G
mixolydian:
G A B C D E F G
-2 -3” -3 4 -4 5 -5 6
Kenapa harus memakai tangga
nada G mixolydian dan bukan G ionian (mayor) saja? Karena untuk memainkan
tangga nada G mayor lengkap, Anda harus memainkan nada F# yang hanya bisa
diperoleh dengan teknik overbending di lubang 5 (yang sulitnya bukan main). Selain
itu dengan menurunkan nada F# menjadi F, akan terdengar lebih bluesy (nada F ini menjadi blue note). Jadi, dalam bermain
harmonika, tangga nada G mixolydian lebih mudah dimainkan dan lebih bluesy daripada G mayor. Selain itu,
pastikan nada G menjadi patokan kita saat bermain.
Tangga nada G blues:
G Bb C C#
D F G
-2 -3’ 4 -4’ -4 -5 6
Tangga nada G blues mirip dengan G minor pentatonik dan
hanya ketambahan satu nada yaitu C#. Tangga nada G pentatonik minor sendiri
diperoleh dengan menghilangkan nada ke-2 dan ke-6 dari tangga nada G minor.
Tangga nada G mayor
pentatonik:
G A B D E G
-2 -3” -3 -4 5 6
Tangga nada G pentatonik
mayor/mixolydian (penta=lima) bisa diperoleh dengan menghilangkan nada ke-4 dan
ke-7 dari tangga nada mayor atau mixolydian. Dalam kunci G, lima nada yang
tersisa adalah nada G A B D E. Nah, (tolong koreksi Mimin jika salah) nada-nada
pentatonik adalah nada-nada yang selalu terdengar harmonis.
Mayoritas pemain blues menggunakan kombinasi nada-nada dari
tangga nada di atas saat berimprovisasi. Namun, tentu saja kita boleh
menggunakan nada-nada lain sesuai kreativitas kita sepanjang tetap terdengar harmonis.
Berikut contoh beberapa licks
(potongan musik) yang memakai 2nd position, semuanya pakai
Folkmaster C saya yang sudah uzur:
(8). 1st POSITION atau POSISI PERTAMA
1st
POSITION (STRAIGHT)
Merupakan posisi yang cocok untuk bermain musik folk/pop yang sederhana (contoh: Twinkle-Twinkle Little Star, Mary Had a Little Lamb, dll). Misalnya
di harmonika C, Anda bisa bermain di C mayor (ionian).
Contoh tangga nada C mayor (ionian) di oktaf tengah:
C D E F G A B C
4 -4 5 -5 6
-6 -7 7
Tangga nada
C mayor juga bisa dimainkan di oktaf rendah dan oktaf atas. Untuk oktaf rendah
nada C terletak di lubang 1 tiup, dan untuk oktaf atas nada C terletak di
lubang 7 tiup (untuk lengkapnya, silakan lihat gambar di atas). Silakan memulai
tangga nada C mayor di oktaf rendah dan oktaf atas dari kedua nada tersebut.
Hanya saja, untuk memainkan tangga nada C mayor lengkap 3 oktaf, Anda harus
sudah menguasai teknik bending, baik draw bending maupun blow bending.
Tangga nada Blues juga
bisa dimainkan dalam 1st
position ini, tapi terbatas hanya pada oktaf atas (lubang 7 hingga lubang
10), kecuali jika Anda sudah menguasai teknik overbending. Kenapa? Karena Anda harus menggunakan teknik overblow di lubang 1 untuk mendapat nada
Eb di oktaf rendah dan overblow di
lubang 4, 5, 6 untuk mendapat nada Eb, F#, dan Bb di oktaf tengah. Nah, berikut
tangga nada blues untuk oktaf atas:
Tangga nada C blues:
C Eb F F# G Bb C
7 8’ -9 9’
9 10” 10
Karena terbatasnya nada-nada blues (blue notes) yang bisa dimainkan di posisi pertama, orang cenderung
lebih suka memainkan musik blues di
posisi kedua, sedangkan posisi pertama lebih cocok untuk memainkan musik folk, pop, atau country. Berikut contoh musik sederhana yang dimainkan menggunakan
posisi pertama. Lagu pertama adalah Twinkle-Twinkle
Little Star dan lagu kedua adalah Tik
Tik Bunyi Hujan. Saya pakai Folkmaster kunci C waktu main dua lagu ini.
Berikut tab
Twinkle-Twinkle Little Star:
4 4 6 6 -6 -6 6
-5 -5 5 5 -4 -4 4
6 6 -5 -5 5 5 -4
6 6 -5 -5 5 5 -4
Senin, 17 Maret 2014
(7). POSISI DAN KUNCI DASAR LAGU
Sebelum membaca postingan ini, saya harap pembaca sudah
mengetahui teori dasar musik. Bila belum, harap baca-baca dulu mengenai teori
dasar musik (terutama interval nada, tangga nada, dan mode). Harmonika diatonik
awalnya dirancang untuk digunakan dalam 1st position (posisi
pertama) atau dikenal dengan cara main straight.
Misalnya, dengan harmonika C kita bermain di kunci C juga. Namun, dalam perkembangannya
harmonika mulai dimainkan dalam berbagai posisi. Bahkan, Howard Levy mampu
memainkan semua kunci dasar hanya dengan satu harmonika kunci C (silakan cek
videonya di youtube).
Bagaimana cara mengetahui kunci-kunci apa yang bisa
dimainkan di harmonika kita? Saya tidak akan memberi kalian tabel, tapi cara
singkat yang semoga mudah diingat. Pertama, kita sudah harus paham bahwa musik
modern terdiri dari 12 nada:
C C# D Eb E F F# G Ab A Bb B
Dari C ke C# berjarak setengah nada, dari C# ke D berjarak
setengah nada, dan seterusnya. Jika kamu punya harmonika C maka dengan posisi pertama kamu bisa memainkan lagu
dengan kunci dasar C. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah C (perhatikan
urutan nada di atas), kita akan mendapatkan nada G. Nah, lagu dengan kunci
dasar G bisa kamu mainkan dengan posisi
kedua. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah nada G (setelah nada B urutan balik
lagi ke C), kita dapatkan nada D. Kunci dasar D Minor bisa dimainkan dengan
posisi ketiga. Loh, kok minor?
Sabar, penjelasan lebih lanjut akan saya berikan di postingan berikutnya mengenai
karakteristik posisi masing-masing. Untuk posisi keempat hingga kedua belas,
cara menentukannya juga seperti itu.
Begitu juga jika pembaca memiliki harmonika lain, misalnya
harmonika A. Nada ke-7 setelah A adalah E Dengan begitu kita bisa memainkan
lagu berkunci dasar E dalam posisi kedua di harmonika A. Nada ke-7 setelah E
adalah B. Maka, kita bisa memainkan lagu berkunci dasar B Minor di posisi ketiga.
Sebenarnya ada 12 posisi dalam bermain harmonika. Namun,
untuk perkenalan awal saya baru akan menulis tiga yang paling populer. Bahkan,
saya sendiri masih sering bingung mengenai penerapan ketiga posisi ini.
Beberapa pemain harmonika yang sudah mahir konon memiliki posisi bermain
favoritnya. Howard Levy, misalnya, sering bermain di 11th position
(memainkan lagu berkunci dasar Bb dengan harmonika kunci C). Namun, harus kita
ingat bahwa Levy sudah menguasai teknik overbending (bahkan Levy pula yang
memopulerkan teknik ini), sementara sebagian besar dari kita belum.
Minggu, 16 Februari 2014
(6). CHUGGING
“Jugijagijugijagijug kereta berangkat, jugijagijugijagijug hatiku
gembira”
Postingan kali ini berhubungan erat dengan penggalan syair
lagu di atas. Kali ini saya mau bahas tentang teknik chugging. Chugging merupakan
teknik bermain rhythm di harmonika.
Awalnya, chugging digunakan untuk
meniru suara kereta/lokomotif (train
rhythm). Dalam perkembangannya, chugging
makin variatif karena mulai dipadukan dengan teknik-teknik seperti tongue-blocking, whooping, dsb. Untuk
mendapat gambaran jelas mengenai sekeren apa teknik chugging ini, ada baiknya pembaca lihat dulu video Peter “Madcat”
Ruth di bawah ini. Beliau adalah salah satu pemain harmonika spesialis chugging.
Sebelumnya, harus saya sampaikan bahwa semakin rendah kunci
harmonika kamu, semakin mantap dan berat chugging
terasa. Saya sendiri memakai harmonika A dan G dalam contoh berikut ini. Sekarang,
kita akan belajar dasar dari teknik chugging ini. Posisikan mulut kamu untuk
menghirup lubang 1, 2 dan 3 secara bersamaan. Berikutnya, hirup lubang 1, 2 dan
3 sambil mengucapkan “TAAA” kemudian “KAAA” dalam satu tarikan nafas. Lalu,
keluarkan napas di lubang 1, 2 dan 3 sambil mengucapkan “HUU”. Ulangi “TAKAHU
TAKAHU” ini dengan makin cepat hingga tercipta suara mirip mesin
kereta/lokomotif. Saya memakai harmonika G (Suzuki Harpmaster) dalam contoh
pertama.
Berikut ini adalah tab dari contoh pertama di atas. (yang bertanda
kurung berarti hirup).
(123) (123) 123
TA KA HU
Contoh
kedua, kita ganti suku kata yang akan kita gunakan dalam chugging menjadi “TAKA TUDU”. Saya memakai harmonika A (Suzuki Easy
Rider) dan menggunakan cupped hands
(buka tutup tangan) untuk mengubah-ubah volume suara dalam contoh berikut ini. Berikut
tab-nya:
(123)(123)
123 123
TA KA TU DU
Oh ya, chugging juga sering dipadukan dengan single notes. Berikut
contoh mudahnya (Mimin bisanya cuma yang mudah-mudah, hiks). Di sini saya pakai
harmonika A (Easy Rider). Berikut tab-nya:
(123)(123) 123 (123)(123)
123 -2” -2
Ta ka
hu Ta ka
hu
(123)(123) 123 (123)(123)
123 -3” -3 -2
Ta ka
hu Ta
ka hu
(123)(123) 123 (123)(123)
123 -4 -3
Ta ka
hu Ta ka
hu
(123)(123) 123 (123)(123)
123 -3” -3 -4 -3 -3” -2
Ta ka
hu Ta ka
hu
Di link bawah ini saya mencoba beberapa lick yang dimainkan Juzzie Smith di youtube
Chugging ala Juzzie Smith
Langganan:
Postingan (Atom)

