Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Harmonika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Harmonika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

Review Harmonika - Lee Oskar Harmonic Minor (Am)

Halo Sahabat Harmonika!

Bagaimana? Udah pada lancar mainnya? Kalau belum berarti sama. He he he. Kali ini saya akan mereview sebuah merek harmonika yang sudah tidak asing lagi yaitu Lee Oskar. Lee Oskar ini sebenarnya adalah merek harmonika di bawah perusahaan harmonika Tombo dari Jepang. Hanya saja, konon kabarnya pembuatan harmonika ini disupervisi oleh salah satu pemain harmonika terkenal Lee Oskar. Kalau teman-teman belum tahu siapa Lee Oskar, silakan cek videonya di Youtube. Saya sendiri menyukai lagu berjudul My Road dan Before the Rain dari beliau ini.
Gambar nyolong dari website resmi Lee Oskar
Nah, kalau teman-teman dengarkan dengan seksama lagu My Road, teman-teman mungkin berpikir kalau lagu tersebut terdengar agak oriental. Usut punya usut, Lee Oskar kadang memainkan berbagai harmonika dengan tuning yang berbeda. Tuning apaan sih? Pasti sebagian dari kalian bingung, ya, kok macam gitar saja harmonika ada tuningnya. Namun, faktanya saat ini banyak pabrik harmonika yang memproduksi harmonika dengan nada-nada sesuai rikues pembeli. Nah, kalau selama ini kita tahu bahwa dengan memainkan 4 -4 5 -5 6 -6 -7 7 kita akan dapati nada do re mi fa sol la si do, maka pada harmonika dengan tuning berbeda nada yang kita peroleh bukan do re mi fa sol la si do. Perhatikan layout nada berikut ini yang berbeda dengan layout nada harmonika biasa.

Harmonika ini saya beli dari agen resmi harmonika Lee Oskar di Indonesia yaitu dari Aroraputra. Harga saat ini adalah 400 ribu (dulu saya beli sekitar 360 ribu saat ada promo Ramadhan). Penasaran gimana suaranya? Cek contoh suaranya dalam lagu ngasal berikut ini.
 
 

Sekarang coba teman-teman mainkan harmonika diatonik teman-teman (kalau bisa kunci A biar sama), tentu nada yang dihasilkan berbeda. Nah, setelah ngulik-ngulik sebentar saya akhirnya bisa mainin bagian awal lagu My Road Lee Oskar yang saya duga memang dimainkan dengan tuning harmonic minor. Berikut ini bagian awal lagu My Road yang dimainkan dengan tangan gemeter biar menjiwai. wkwkwk.


Jadi, bagaimana teman-teman? Tertarik mencoba harmonika dengan tuning anti-mainstream ini? Apabila teman-teman tertarik dengan tuning unik satu ini, ada  satu pemain harmonika yang harus kalian dengarkan yaitu Roland Van Straaten. Jadi, beliau ini selalu main harmonika dengan tuning-tuning eksotis ala-ala Eropa Timur dan dijamin permainan beliau ini tidak ada duanya. Di postingan berikutnya saya akan mencoba mereview Marine Band dengan tuning Natural Minor.


Kamis, 14 September 2017

Review Harmonika - Seydel Big Six

Halo kawan-kawan!

Beberapa waktu yang lalu saya membeli harmonika Seydel Big Six. Seydel ini merek yang agak "elite" karena harganya rata-rata lebih mahal dibandingkan Suzuki atau Hohner. Big Six sendiri hanya memiliki enam lubang sehingga kurang cocok bagi kalian yang baru akan membeli harmonika pertama. Namun, untuk teman-teman yang sudah punya harmonika dan ingin mencoba sensasi harmonika mini high quality dan terutama teman-teman yang memiliki tangan super kecil seperti saya dan kesulitan melakukan teknik wah-wah effect, harmonika ini patut dicoba, eh, dibeli maksudnya. 

Nah, Seydel Big Six ini dikemas dalam wadah kaleng macam sarden. Kaleng ini menurut pabrik Seydel sendiri memiliki dua fungsi, yang pertama untuk wadah dan yang kedua untuk memberi efek resonator. Ada cerita menarik tentang kaleng resonator ini. Jadi, waktu kumpul dengan teman-teman Jakarta Harpist kemarin, mereka pada nyobain main harmonika dengan ini kaleng. Haha. Ndeso tenan teman-temanku.



Selain dikemas dalam kaleng, kita juga mendapat lanyard alias tali yang biasa kita pakai untuk menggantung ID Card. Lanyard-nya sendiri bertuliskan Seydel, jadi berasa karyawan pabrik Seydel. Hehe.

Untuk suara sendiri, Seydel Big Six ini punya kualitas tidak jauh beda dengan Hohner Crossover yang harganya lebih mahal (sekitar 850 ribu). Bahkan, tanpa harus merapatkan reed di hole 6 saya bisa melakukan overbend dengan cukup mudah dengan harmonika ini. Bahkan, menurut penjualnya, komponen yang digunakan dalam harmonika ini konon sama dengan yang digunakan dalam Seydel 1847, produk andalan Seydel yang harganya sejuta-lebih-berapa-itu-saya-gak-minat.

Oh ya, Seydel Big Six ini dibanderol seharga 530 ribu dan di Indonesia sendiri hanya dijual oleh seller favorit saya Om Guntari di Tokopedia. Untuk contoh suaranya kawan-kawan bisa lihat di video di bawah ini (iya, itu saya. Saya juga main ukulele).






Kamis, 03 Maret 2016

SELUSIN VIDEO HARMONIKA KEREN



Sebelum membaca postingan kali ini, silakan menyalakan speaker atau mengenakan headset terlebih dahulu. Kali ini saya akan berbagi selusin video harmonika favorit saya di Youtube. Seluruh harmonika yang digunakan dalam video ini adalah harmonika diatonik. Bagi pembaca yang kebetulan nyasar di halaman ini, disarankan agar segera enyah sebelum virus harmonika menjangkitimu! 

1.       Alex Paclin - Soul Flight
Alex Paclin adalah seorang pemuda karang taruna asal Rusia yang merupakan salah satu jenius harmonika (cek harmonica lesson-nya di Youtube). Di telinga saya, musik Alex Paclin sangat ekspresif dan segar. Dalam video di bawah ini, Alex Paclin bereksperimen menggunakan harmonika Seydel circular tuning.

2.       Phil Henry - Keep Your Lamps Trimmed and Burning
Dalam video superkeren berikut Phil Henry menggabungkan berbagai macam teknik (sipil, industri, informatika, dll.) hingga lahirlah sesi  yang maha-asyik ini. Dalam video ini Phil Henry juga terlihat berganti harmonika dengan tuning yang berbeda.  Saya berharap ada lebih banyak video permainannya di Youtube.

3.       Peter “Madcat” Ruth - Harmonica Crazy
Video berjudul “Harmonica Crazy” ini memperlihatkan sosok Madcat yang superkreatif dan menghibur. Saya menghitung lebih dari sepuluh mainan aneh dimanfaatkan sebagai pendukung harmonikanya, termasuk sikat gigi.

4.       Adam Gussow - Crossroads Blues
Adam Gussow adalah harmonica guru yang dalam kehidupan sehari-hari ternyata memang seorang profesor. Video berikut ini adalah video yang memperkenalkan saya pada dunia amplified harmonica yang mahakeren. Dunia yang tidak sembarang orang bisa memasukinya (karena butuh aneka peralatan dan aliran listrik sebelum memainkannya. hahaha). Oh ya, Om Robert dari Pencinta Harmonika pernah membuat cover dari video ini, dengan lirik yang disesuaikan.

5.       Buddy Greene - Classical Medley
Buddy Greene mungkin yang pertama kali memainkan harmonica solo di Carnegie Hall. Video ini membuktikan bahwa di mulut yang tepat, harmonika bisa menjadi alat musik yang serius. Bagi teman-teman yang tertarik untuk bisa memainkan bagian pertama dari video ini, silakan menghubungi Bli Candra dari Pencinta Harmonika yang pernah meng-covernya.

6.       Brendan Power, LD Miller, Jay Gaunt, Christelle Berthon - Ultimate Harp Jam
Masalah inovasi, Brendan Power memang jagonya. Saya tidak tahu apa yang sudah Pak Brendan lakukan pada harmonikanya hingga menghasilkan suara semagis itu. Saya juga tidak tahu apa yang dimakan LD Miller hingga kuat nge-beatbox selama tujuh menit.  Namun, kombinasi keduanya membuat sesi free jam ini begitu keren. Oh ya, Brendan Power pernah datang ke Indonesia, tetapi tidak mampir ke kosan saya. 

7.       John Popper - Harmonica Solo
John Popper adalah pemain harmonika yang anti-mainstream. Saat begitu banyak pemain harmonika lebih suka memainkan lubang-lubang awal pada harmonikanya, beliau ini malah lebih asyik memainkan lubang-lubang akhir (nada-nada tinggi) pada harmonikanya. John Popper pernah mengisi bagian harmonika pada penampilan Jason Mraz dan Dave Matthew.
8.       Roland Van Straaten - Les Mysteres
Roland Van Straaten adalah pemain harmonika spesialis musik oriental. Teknik bending pada harmonika memungkinkan seseorang untuk mendapatkan microtones (nada di luar 12 nada kromatis). Musik oriental sendiri sering mengandung microtones. Untuk mengetahui tuning-tuning unik dalam harmonika silakan search “harmonica tunings steven de bruyn” di youtube.

9.       Konstantin Reinfeld - Slow Blues in F#
Konstantin adalah seorang master harmonika muda yang penampilannya selalu mengundang kekaguman. Konstantin baru dua tahun berlatih memainkan harmonika ketika video ini direkam. Sentuhan jazz dalam permainan slow blues ini membuat saya hanyut dalam genangan  kenangan.

10.   Jon Vaughan - Slow Blues in D
Di antara seluruh video dalam daftar ini, mungkin video yang satu ini paling mendekati permainan harmonika blues tahun ’50-an, masa kejayaan harmonika. Jon Vaughan banyak menggunakan jurus lidah sakti (tongue blocking, tongue slap, tongue flutter) pada permainan ini. Oh ya, istri Jon Vaughan ini juga seorang pemain harmonika  keren yang juga memiliki channel di Youtube. 

11.   Spokey Dokey
Spokey Dokey sebenarnya merupakan karya Ryuichiro “Weeping Harp” Senoh, pemain harmonika legendaris Jepang sekaligus anggota band The Seatbelts. Versi aslinya sebenarnya lebih bagus, tetapi video satu ini direkam live sehingga lebih menarik untuk dilihat.

12.   Rachelle Plas - Whammer Jammer
Rachelle Plas memainkan versi ini dengan tempo lebih cepat dari versi aslinya (versi Magic Dick). Saya pribadi lebih suka versi ini karena terdengar lebih nendang. 


Kawan-kawan punya video harmonika favorit? Mari berbagi tautan!
  

Senin, 17 Maret 2014

SEJARAH HARMONIKA



Harmonika memiliki sejarah panjang yang berawal dari ditemukannya alat musik Sheng di China dan Khan di Thailand. Harmonika modern sendiri pertama diciptakan oleh Friedrich Buschmann dari Berlin pada tahun 1821. Saat itu Buschmann baru berusia 16 tahun. Buschmann adalah seorang musisi sekaligus pengrajin alat musik. Harmonika buatan Buschmann hanya bisa dimainkan dengan cara ditiup, tidak bisa dihirup. 

Buschmann
Sekitar tahun 1847, seorang pengrajin alat musik dari Bohemia yang bernama Josef Richter menemukan sistem tuning baru (Richter tuning). Dengan sistem tuning ini, kita bisa dengan mudah memainkan tonic chord dengan cara meniup dan dominant chord dengan cara menghirup. Harmonika menjadi alat musik yang populer untuk musik folk sederhana saat itu, terutama di Amerika Serikat. Apalagi, Mathias Hohner dari Trossingen, Jerman, mulai memproduksi jutaan harmonika setiap tahun dan mengekspornya. Saking murahnya alat musik ini, banyak kaum Afro-Amerika yang merupakan budak atau mantan budak yang membeli dan mulai memainkannya sesuka hati mereka. Dari cara bermain yang berbeda dari pakem musik folk inilah lahir gaya bermain baru yang diberi nama blues harmonika. Cara main yang berbeda ini kini kita kenal sebagai 2nd position. Kaum Afro-Amerika  pula yang menemukan teknik menurunkan nada pada satu lubang (bending), teknik meniru suara lokomotif (train rythm), serta  teknik fox-chase.

Disadur dari: From the First Harmonica to the First Harmonica Recording (Steve Baker, 1991)

Minggu, 10 November 2013

BREAKING NEWS: HASIL WORLD HARMONICA FESTIVAL 2013



Beberapa hari yang lalu, World Harmonica Festival (WHF) 2013 selesai dihelat di Trossingen, Jerman. Sekadar info, Trossingen adalah kota dimana pabrik alat musik (termasuk harmonika) Hohner terletak. Berita baiknya, master harmonika Indonesia Reyhan Naufal a.k.a. Reyharp berhasil menyabet posisi ke-4 dalam kategori Solo Diatonic Jazz dan posisi ke-6 dalam Solo Diatonic Blues. Reyhan berhasil menempatkan namanya dalam jajaran nama-nama besar lain seperti Marcyn Dyjak dan Boris Plotnikov (keduanya sering saya lihat videonya di Youtube).

Reyhan bersama Joe Filisko, salah satu world class harmonica player.
 
Dalam hasil WHF 2013 kategori harmonika kromatik didominasi oleh kontestan asal Hongkong, Malaysia, dan Jepang, sedangkan kategori harmonika tremolo didominasi oleh kontestan asal Jepang. Kategori harmonika diatonik sendiri masih didominasi oleh kontestan asal Eropa. Tanya kenapa? Pikiren dhewe. Untuk hasil WHF 2013 selengkapnya silakan cek sendiri di link berikut ini: http://whf-2013.de/english-1/competition/final-results/