Sabtu, 25 Oktober 2014

RHOMA IRAMA - SYAHDU TAB

Setelah sekian lama tidak mem-posting tab, kali ini saya akan membagi tab lagu Syahdu dari Rhoma Irama. Keinginan mengulik lagu ini muncul setelah melihat video Kak Lulus Basuki (anggota Pencinta Harmonika yang sudah mencapai level keren) memainkan lagu bergenre dangdut tersebut. Penasaran? Yuk, dicoba. Permainan Kak Lulus bisa didengarkan di sini. Selain lagu dangdut, Kak Lulus juga jago main jazz di diatoniknya, lho. Oh ya, alangkah baik bila teman-teman mengulik lagu ini secara mandiri untuk melatih pendengaran.  

SYAHDU - RHOMA IRAMA

5 5 -4 5     5 5 -4 4 -4
-4 -3” 4 -5   6 -5 5
4 -4 5 6     6 6 -5 6
6 -6 -6    5 –4 5
4 -4 5 6     6 6 5 6
5 -5 -5    -5 5 -4 4

5 5 -4 5     5 5 -4 4 -4
-4 -3” 4 -5   6 -5 5 

7 7 8 -8 7 8 -7 -6  
8’ 8 8’ 8 -8 -7
7 7 8 -8 7 8 -7 -6   
-7 -6 -7 7

6 6 -5 6    7 -6 -5
5 -4’ -5    6 -5 5
6 6 -5 6    7 -6 -5
5 -4’ -5    -5 5 -4 4

4 -4 5 4 -4    6 -5 5

4 -4 5 4 -4 4   -3” -3 4

POSISI HARMONIKA DALAM TAB

Dear teman-teman,
Karena banyak yang bingung menghubungkan antara posisi bermain harmonika dengan teori musik dasar yang saya post beberapa waktu lalu, saya akan kasih posisi bermain harmonika dalam tab. Tab ini menggunakan harmonika kunci C sebagai contoh, tapi penerapannya di harmonika kunci lain tetap sama. Harapan saya, kalian tidak bingung lagi mengenai penerapan posisi dalam harmonika. File ini juga akan menjawab mengapa lebih mudah menggunakan mode mixolydian pada posisi 2 dan dorian pada posisi 3 (karena mode mayor dan minor murni sulit dimainkan secara lengkap). 

Silakan sedot file berikut:
POSISI DALAM BERMAIN HARMONIKA



Sabtu, 12 Juli 2014

10 SONNY TERRY LICKS

Pada tulisan kali ini saya akan memperkenalkan beberapa licks (potongan musik) dari legenda harmonika Sonny Terry yang asyik dimainkan (dan cuma ini yang saya bisa, hehe). Licks ini melibatkan beberapa teknik seperti bending, tongue-blocking, slide, wah-wah, chugging, beberapa sudah kita pelajari di postingan sebelumnya. Saya pakai harmonika Easy Rider A di hampir semua lick kecuali lick no. 7, 8, dan 10 dimana saya pakai Folkmaster C. Tab dibawah adalah versi saya yang agak berbeda dari tab Sonny Terry.


TAB:
LICK 1
-4wa -4wa -4wa  (25) (14) (25) (25) (14) (25) (25) (14)
36  -5 5 -4 -3wa -2

Keterangan (berlaku untuk tab-tab selanjutnya):
-4wa                    : hirup lubang 4 dengan teknik wah-wah
(25)                    : hirup lubang 2 dan 5 saja (dg memblok lubang 3 & 4 dg lidah/tongue blocking)
36                         : tiup lubang 3 dan 6 saja (dg memblok lubang 4 & 5 dg lidah/tongue blocking)
-3wa -2             : menggeser harmonika dg cepat dari lubang 3 hirup (dg wah-wah) ke lubang 2 hirup (slide/glissando)

LICK 2
-4wa -3-4wa -3 4  -4waaaa
-4wa -2 -2’ -2wa

LICK 3
-2 (123)(123) -2 1 (123)(123) -2 -2’ -2 (diulang-ulang)

Keterangan:
(123)      : hirup sekaligus lubang 1, 2, 3 (chugging/chord playing), hirup dua kali akan lebih mudah sambil melafalkan “TAKA”

LICK 4
-2 (123)(123) 3 -3’ -2 2 -2 (diulang-ulang)

LICK 5
-3wa -3wa -3” -3 -3” -2 2 -2 (2 kali)
-3’ -3’ -3” -3 -3” -2 2 -2 (2 kali)

LICK 6
(123)(123)(123)|(123)(123)(123)|(123)(123)(123)
-2wa -2’ -1 1 -1 -2 (diulang-ulang)

Keterangan:
Hirup tiga kali akan lebih mudah sambil mengucapkan “TAKAHA”

LICK 7
3 -3wa 4 -4wa 36
-4’ -3 -4’ -3 -4’ -3 -4wa -4 -4’ -3 -2

LICK 8
-3’ -2 -3’ -2 3 -3’ -2 3 -3’ -2 3 -3wa
-3’ -2 -3’ -2 3 -3’ -2 3 -3’ -2 3 -2

LICK 9
-3’ -3 -3’ -2 2   -3’ -3 -3’ -2 -3wa
-3’ -3 -3’ -2 2   -3’ -3 -2  2 -2

LICK 10
(234)(234) 36 (234)(234) 25 (2 kali)

5 -4 5 -4 -3 5 -4 -3 5 -4 -3 -2

Sabtu, 17 Mei 2014

TEORI MUSIK DASAR - BAGIAN 1

Karena postingan sebelumnya menuai keluhan dari beberapa pembaca karena sulit dipahami, saya berinisiatif menyusun teori musik dasar yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari kurikulum Seni Musik pas SMP (Hayoo, ketahuan pada gak nyimak, ya? Saya juga, sih). Teori musik dasar ini penting untuk mempelajari semua jenis alat musik. Hanya saja, karena kita fokus belajar harmonika, saya agak menekankan materi blues. 

Sementara ini, saya baru bikin bagian-1 yang mencakup bahasan mengenai nada, interval, dan beberapa jenis tangga nada. Rencananya, saya akan lanjutkan ke bagian-2, dst. jika saya sendiri sudah paham (saya sendiri masih belajar). Koreksi dan saran-saran dari teman-teman semua sangat saya harapkan untuk memperbaiki kualitas materi ini. Oh ya, tentunya saya juga sangat merekomendasikan teman-teman agar belajar dari sumber lain untuk memperkaya pengetahuan musik. Keep blowsucking!

Minggu, 20 April 2014

(10). 3rd POSITION atau POSISI KETIGA

3rd POSITION (SLANT)
Merupakan posisi yang kadang-kadang dipakai juga untuk bermain blues dan rock. Misalnya di kunci C, Anda bisa bermain di D dorian atau D blues. Posisi ini lebih memiliki nuansa sedih (minor). Jadi, sekarang kita belajar main di D minor pakai harmonika C (3rd Position).

Tangga nada D dorian:
 D  E  F  G  A  B  C  D
-4  5 -5  6 -6 -7  7 -8

Loh apa maksudnya tangga nada D dorian? Jadi begini, kalau kita memaksakan main tangga nada D minor lengkap di harmonika C, kita harus menguasai teknik overbending dulu. Nah, karena belum bisa, kita ganti satu nada saja (nada Bb) menjadi nada B agar lebih mudah dimainkan, tapi tetap terdengar minor/sedih. Dengan begitu, sekarang kita bisa main dengan tangga nada D dorian (yang sangat mirip D minor) di harmonika C.

Tangga nada D minor pentatonik:
 D  F  G  A  C  D
-4 -5  6 -6  7 -8

Tangga nada D blues:
 D  F  G  Ab  A  C  D
-4 -5  6 -6’ -6  7 -8

Nah, ketiga contoh yang Mimin kasih di atas semua terdengar sama-sama sedih kan? Mimin lagi galau soalnya. Hehe. Silakan pakai tangga nada yang mana aja, atau dicampur juga boleh, bahkan pakai nada lain juga boleh (yang penting akur/harmonis). Jangan lupa ketika kita main di kunci D minor pada harmonika C, nada D harus menjadi nada patokanmu, ya. 

(9). 2nd POSITION atau POSISI KEDUA


2nd POSITION (CROSS)
Merupakan posisi yang sering digunakan dalam bermain blues dan rock. Misalnya di kunci C, Anda bisa bermain dengan tangga nada G mixolydian atau G blues.
Tangga nada G mixolydian:
 G  A   B  C  D  E  F  G
-2 -3” -3  4 -4  5 -5  6
Kenapa harus memakai tangga nada G mixolydian dan bukan G ionian (mayor) saja? Karena untuk memainkan tangga nada G mayor lengkap, Anda harus memainkan nada F# yang hanya bisa diperoleh dengan teknik overbending di lubang 5 (yang sulitnya bukan main). Selain itu dengan menurunkan nada F# menjadi F, akan terdengar lebih bluesy (nada F ini menjadi blue note). Jadi, dalam bermain harmonika, tangga nada G mixolydian lebih mudah dimainkan dan lebih bluesy daripada G mayor. Selain itu, pastikan nada G menjadi patokan kita saat bermain.

Tangga nada G blues:
 G  Bb C  C#  D  F  G
-2 -3’ 4 -4’ -4 -5  6
Tangga nada G blues mirip dengan G minor pentatonik dan hanya ketambahan satu nada yaitu C#. Tangga nada G pentatonik minor sendiri diperoleh dengan menghilangkan nada ke-2 dan ke-6 dari tangga nada G minor.

Tangga nada G mayor pentatonik:
 G  A   B  D  E  G
-2 -3” -3 -4  5  6
Tangga nada G pentatonik mayor/mixolydian (penta=lima) bisa diperoleh dengan menghilangkan nada ke-4 dan ke-7 dari tangga nada mayor atau mixolydian. Dalam kunci G, lima nada yang tersisa adalah nada G A B D E. Nah, (tolong koreksi Mimin jika salah) nada-nada pentatonik adalah nada-nada yang selalu terdengar harmonis.

Mayoritas pemain blues menggunakan kombinasi nada-nada dari tangga nada di atas saat berimprovisasi. Namun, tentu saja kita boleh menggunakan nada-nada lain sesuai kreativitas kita sepanjang tetap terdengar harmonis. Berikut contoh beberapa licks (potongan musik) yang memakai 2nd position, semuanya pakai Folkmaster C saya yang sudah uzur:

(8). 1st POSITION atau POSISI PERTAMA



1st POSITION (STRAIGHT)
Merupakan posisi yang cocok untuk bermain musik folk/pop yang sederhana (contoh: Twinkle-Twinkle Little Star, Mary Had a Little Lamb, dll). Misalnya di harmonika C, Anda bisa bermain di C mayor (ionian).
Contoh tangga nada C mayor (ionian) di oktaf tengah:
C  D  E  F  G  A  B  C
4 -4  5 -5  6 -6 -7  7
Tangga nada C mayor juga bisa dimainkan di oktaf rendah dan oktaf atas. Untuk oktaf rendah nada C terletak di lubang 1 tiup, dan untuk oktaf atas nada C terletak di lubang 7 tiup (untuk lengkapnya, silakan lihat gambar di atas). Silakan memulai tangga nada C mayor di oktaf rendah dan oktaf atas dari kedua nada tersebut. Hanya saja, untuk memainkan tangga nada C mayor lengkap 3 oktaf, Anda harus sudah menguasai teknik bending, baik draw bending maupun blow bending.

Tangga nada Blues juga bisa dimainkan dalam 1st position ini, tapi terbatas hanya pada oktaf atas (lubang 7 hingga lubang 10), kecuali jika Anda sudah menguasai teknik overbending. Kenapa? Karena Anda harus menggunakan teknik overblow di lubang 1 untuk mendapat nada Eb di oktaf rendah dan overblow di lubang 4, 5, 6 untuk mendapat nada Eb, F#, dan Bb di oktaf tengah. Nah, berikut tangga nada blues untuk oktaf atas:
Tangga nada C blues:
C  Eb  F  F#  G  Bb  C
7  8’ -9  9’  9  10” 10

Karena terbatasnya nada-nada blues (blue notes) yang bisa dimainkan di posisi pertama, orang cenderung lebih suka memainkan musik blues di posisi kedua, sedangkan posisi pertama lebih cocok untuk memainkan musik folk, pop, atau country. Berikut contoh musik sederhana yang dimainkan menggunakan posisi pertama. Lagu pertama adalah Twinkle-Twinkle Little Star dan lagu kedua adalah Tik Tik Bunyi Hujan. Saya pakai Folkmaster kunci C waktu main dua lagu ini.



Berikut tab Twinkle-Twinkle Little Star:
4 4 6 6 -6 -6 6
-5 -5 5 5 -4 -4 4
6 6 -5 -5 5 5 -4
6 6 -5 -5 5 5 -4

Senin, 17 Maret 2014

(7). POSISI DAN KUNCI DASAR LAGU



Sebelum membaca postingan ini, saya harap pembaca sudah mengetahui teori dasar musik. Bila belum, harap baca-baca dulu mengenai teori dasar musik (terutama interval nada, tangga nada, dan mode). Harmonika diatonik awalnya dirancang untuk digunakan dalam 1st position (posisi pertama) atau dikenal dengan cara main straight. Misalnya, dengan harmonika C kita bermain di kunci C juga. Namun, dalam perkembangannya harmonika mulai dimainkan dalam berbagai posisi. Bahkan, Howard Levy mampu memainkan semua kunci dasar hanya dengan satu harmonika kunci C (silakan cek videonya di youtube).


Bagaimana cara mengetahui kunci-kunci apa yang bisa dimainkan di harmonika kita? Saya tidak akan memberi kalian tabel, tapi cara singkat yang semoga mudah diingat. Pertama, kita sudah harus paham bahwa musik modern terdiri dari 12 nada:   


C    C#    D    Eb    E    F    F#    G    Ab    A    Bb    B



Dari C ke C# berjarak setengah nada, dari C# ke D berjarak setengah nada, dan seterusnya. Jika kamu punya harmonika C maka dengan posisi pertama kamu bisa memainkan lagu dengan kunci dasar C. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah C (perhatikan urutan nada di atas), kita akan mendapatkan nada G. Nah, lagu dengan kunci dasar G bisa kamu mainkan dengan posisi kedua. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah nada G (setelah nada B urutan balik lagi ke C), kita dapatkan nada D. Kunci dasar D Minor bisa dimainkan dengan posisi ketiga. Loh, kok minor? Sabar, penjelasan lebih lanjut akan saya berikan di postingan berikutnya mengenai karakteristik posisi masing-masing. Untuk posisi keempat hingga kedua belas, cara menentukannya juga seperti itu.

Begitu juga jika pembaca memiliki harmonika lain, misalnya harmonika A. Nada ke-7 setelah A adalah E Dengan begitu kita bisa memainkan lagu berkunci dasar E dalam posisi kedua di harmonika A. Nada ke-7 setelah E adalah B. Maka, kita bisa memainkan lagu berkunci dasar B Minor di posisi ketiga.

Sebenarnya ada 12 posisi dalam bermain harmonika. Namun, untuk perkenalan awal saya baru akan menulis tiga yang paling populer. Bahkan, saya sendiri masih sering bingung mengenai penerapan ketiga posisi ini. Beberapa pemain harmonika yang sudah mahir konon memiliki posisi bermain favoritnya. Howard Levy, misalnya, sering bermain di 11th position (memainkan lagu berkunci dasar Bb dengan harmonika kunci C). Namun, harus kita ingat bahwa Levy sudah menguasai teknik overbending (bahkan Levy pula yang memopulerkan teknik ini), sementara sebagian besar dari kita belum.

Share It