Minggu, 20 April 2014

(10). 3rd POSITION atau POSISI KETIGA

3rd POSITION (SLANT)
Merupakan posisi yang kadang-kadang dipakai juga untuk bermain blues dan rock. Misalnya di kunci C, Anda bisa bermain di D dorian atau D blues. Posisi ini lebih memiliki nuansa sedih (minor). Jadi, sekarang kita belajar main di D minor pakai harmonika C (3rd Position).

Tangga nada D dorian:
 D  E  F  G  A  B  C  D
-4  5 -5  6 -6 -7  7 -8

Loh apa maksudnya tangga nada D dorian? Jadi begini, kalau kita memaksakan main tangga nada D minor lengkap di harmonika C, kita harus menguasai teknik overbending dulu. Nah, karena belum bisa, kita ganti satu nada saja (nada Bb) menjadi nada B agar lebih mudah dimainkan, tapi tetap terdengar minor/sedih. Dengan begitu, sekarang kita bisa main dengan tangga nada D dorian (yang sangat mirip D minor) di harmonika C.

Tangga nada D minor pentatonik:
 D  F  G  A  C  D
-4 -5  6 -6  7 -8

Tangga nada D blues:
 D  F  G  Ab  A  C  D
-4 -5  6 -6’ -6  7 -8

Nah, ketiga contoh yang Mimin kasih di atas semua terdengar sama-sama sedih kan? Mimin lagi galau soalnya. Hehe. Silakan pakai tangga nada yang mana aja, atau dicampur juga boleh, bahkan pakai nada lain juga boleh (yang penting akur/harmonis). Jangan lupa ketika kita main di kunci D minor pada harmonika C, nada D harus menjadi nada patokanmu, ya. 

(9). 2nd POSITION atau POSISI KEDUA


2nd POSITION (CROSS)
Merupakan posisi yang sering digunakan dalam bermain blues dan rock. Misalnya di kunci C, Anda bisa bermain dengan tangga nada G mixolydian atau G blues.
Tangga nada G mixolydian:
 G  A   B  C  D  E  F  G
-2 -3” -3  4 -4  5 -5  6
Kenapa harus memakai tangga nada G mixolydian dan bukan G ionian (mayor) saja? Karena untuk memainkan tangga nada G mayor lengkap, Anda harus memainkan nada F# yang hanya bisa diperoleh dengan teknik overbending di lubang 5 (yang sulitnya bukan main). Selain itu dengan menurunkan nada F# menjadi F, akan terdengar lebih bluesy (nada F ini menjadi blue note). Jadi, dalam bermain harmonika, tangga nada G mixolydian lebih mudah dimainkan dan lebih bluesy daripada G mayor. Selain itu, pastikan nada G menjadi patokan kita saat bermain.

Tangga nada G blues:
 G  Bb C  C#  D  F  G
-2 -3’ 4 -4’ -4 -5  6
Tangga nada G blues mirip dengan G minor pentatonik dan hanya ketambahan satu nada yaitu C#. Tangga nada G pentatonik minor sendiri diperoleh dengan menghilangkan nada ke-2 dan ke-6 dari tangga nada G minor.

Tangga nada G mayor pentatonik:
 G  A   B  D  E  G
-2 -3” -3 -4  5  6
Tangga nada G pentatonik mayor/mixolydian (penta=lima) bisa diperoleh dengan menghilangkan nada ke-4 dan ke-7 dari tangga nada mayor atau mixolydian. Dalam kunci G, lima nada yang tersisa adalah nada G A B D E. Nah, (tolong koreksi Mimin jika salah) nada-nada pentatonik adalah nada-nada yang selalu terdengar harmonis.

Mayoritas pemain blues menggunakan kombinasi nada-nada dari tangga nada di atas saat berimprovisasi. Namun, tentu saja kita boleh menggunakan nada-nada lain sesuai kreativitas kita sepanjang tetap terdengar harmonis. Berikut contoh beberapa licks (potongan musik) yang memakai 2nd position, semuanya pakai Folkmaster C saya yang sudah uzur:

(8). 1st POSITION atau POSISI PERTAMA



1st POSITION (STRAIGHT)
Merupakan posisi yang cocok untuk bermain musik folk/pop yang sederhana (contoh: Twinkle-Twinkle Little Star, Mary Had a Little Lamb, dll). Misalnya di harmonika C, Anda bisa bermain di C mayor (ionian).
Contoh tangga nada C mayor (ionian) di oktaf tengah:
C  D  E  F  G  A  B  C
4 -4  5 -5  6 -6 -7  7
Tangga nada C mayor juga bisa dimainkan di oktaf rendah dan oktaf atas. Untuk oktaf rendah nada C terletak di lubang 1 tiup, dan untuk oktaf atas nada C terletak di lubang 7 tiup (untuk lengkapnya, silakan lihat gambar di atas). Silakan memulai tangga nada C mayor di oktaf rendah dan oktaf atas dari kedua nada tersebut. Hanya saja, untuk memainkan tangga nada C mayor lengkap 3 oktaf, Anda harus sudah menguasai teknik bending, baik draw bending maupun blow bending.

Tangga nada Blues juga bisa dimainkan dalam 1st position ini, tapi terbatas hanya pada oktaf atas (lubang 7 hingga lubang 10), kecuali jika Anda sudah menguasai teknik overbending. Kenapa? Karena Anda harus menggunakan teknik overblow di lubang 1 untuk mendapat nada Eb di oktaf rendah dan overblow di lubang 4, 5, 6 untuk mendapat nada Eb, F#, dan Bb di oktaf tengah. Nah, berikut tangga nada blues untuk oktaf atas:
Tangga nada C blues:
C  Eb  F  F#  G  Bb  C
7  8’ -9  9’  9  10” 10

Karena terbatasnya nada-nada blues (blue notes) yang bisa dimainkan di posisi pertama, orang cenderung lebih suka memainkan musik blues di posisi kedua, sedangkan posisi pertama lebih cocok untuk memainkan musik folk, pop, atau country. Berikut contoh musik sederhana yang dimainkan menggunakan posisi pertama. Lagu pertama adalah Twinkle-Twinkle Little Star dan lagu kedua adalah Tik Tik Bunyi Hujan. Saya pakai Folkmaster kunci C waktu main dua lagu ini.



Berikut tab Twinkle-Twinkle Little Star:
4 4 6 6 -6 -6 6
-5 -5 5 5 -4 -4 4
6 6 -5 -5 5 5 -4
6 6 -5 -5 5 5 -4

Senin, 17 Maret 2014

(7). POSISI DAN KUNCI DASAR LAGU



Sebelum membaca postingan ini, saya harap pembaca sudah mengetahui teori dasar musik. Bila belum, harap baca-baca dulu mengenai teori dasar musik (terutama interval nada, tangga nada, dan mode). Harmonika diatonik awalnya dirancang untuk digunakan dalam 1st position (posisi pertama) atau dikenal dengan cara main straight. Misalnya, dengan harmonika C kita bermain di kunci C juga. Namun, dalam perkembangannya harmonika mulai dimainkan dalam berbagai posisi. Bahkan, Howard Levy mampu memainkan semua kunci dasar hanya dengan satu harmonika kunci C (silakan cek videonya di youtube).


Bagaimana cara mengetahui kunci-kunci apa yang bisa dimainkan di harmonika kita? Saya tidak akan memberi kalian tabel, tapi cara singkat yang semoga mudah diingat. Pertama, kita sudah harus paham bahwa musik modern terdiri dari 12 nada:   


C    C#    D    Eb    E    F    F#    G    Ab    A    Bb    B



Dari C ke C# berjarak setengah nada, dari C# ke D berjarak setengah nada, dan seterusnya. Jika kamu punya harmonika C maka dengan posisi pertama kamu bisa memainkan lagu dengan kunci dasar C. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah C (perhatikan urutan nada di atas), kita akan mendapatkan nada G. Nah, lagu dengan kunci dasar G bisa kamu mainkan dengan posisi kedua. Sekarang, hitunglah nada ke-7 setelah nada G (setelah nada B urutan balik lagi ke C), kita dapatkan nada D. Kunci dasar D Minor bisa dimainkan dengan posisi ketiga. Loh, kok minor? Sabar, penjelasan lebih lanjut akan saya berikan di postingan berikutnya mengenai karakteristik posisi masing-masing. Untuk posisi keempat hingga kedua belas, cara menentukannya juga seperti itu.

Begitu juga jika pembaca memiliki harmonika lain, misalnya harmonika A. Nada ke-7 setelah A adalah E Dengan begitu kita bisa memainkan lagu berkunci dasar E dalam posisi kedua di harmonika A. Nada ke-7 setelah E adalah B. Maka, kita bisa memainkan lagu berkunci dasar B Minor di posisi ketiga.

Sebenarnya ada 12 posisi dalam bermain harmonika. Namun, untuk perkenalan awal saya baru akan menulis tiga yang paling populer. Bahkan, saya sendiri masih sering bingung mengenai penerapan ketiga posisi ini. Beberapa pemain harmonika yang sudah mahir konon memiliki posisi bermain favoritnya. Howard Levy, misalnya, sering bermain di 11th position (memainkan lagu berkunci dasar Bb dengan harmonika kunci C). Namun, harus kita ingat bahwa Levy sudah menguasai teknik overbending (bahkan Levy pula yang memopulerkan teknik ini), sementara sebagian besar dari kita belum.

SEJARAH HARMONIKA



Harmonika memiliki sejarah panjang yang berawal dari ditemukannya alat musik Sheng di China dan Khan di Thailand. Harmonika modern sendiri pertama diciptakan oleh Friedrich Buschmann dari Berlin pada tahun 1821. Saat itu Buschmann baru berusia 16 tahun. Buschmann adalah seorang musisi sekaligus pengrajin alat musik. Harmonika buatan Buschmann hanya bisa dimainkan dengan cara ditiup, tidak bisa dihirup. 

Buschmann
Sekitar tahun 1847, seorang pengrajin alat musik dari Bohemia yang bernama Josef Richter menemukan sistem tuning baru (Richter tuning). Dengan sistem tuning ini, kita bisa dengan mudah memainkan tonic chord dengan cara meniup dan dominant chord dengan cara menghirup. Harmonika menjadi alat musik yang populer untuk musik folk sederhana saat itu, terutama di Amerika Serikat. Apalagi, Mathias Hohner dari Trossingen, Jerman, mulai memproduksi jutaan harmonika setiap tahun dan mengekspornya. Saking murahnya alat musik ini, banyak kaum Afro-Amerika yang merupakan budak atau mantan budak yang membeli dan mulai memainkannya sesuka hati mereka. Dari cara bermain yang berbeda dari pakem musik folk inilah lahir gaya bermain baru yang diberi nama blues harmonika. Cara main yang berbeda ini kini kita kenal sebagai 2nd position. Kaum Afro-Amerika  pula yang menemukan teknik menurunkan nada pada satu lubang (bending), teknik meniru suara lokomotif (train rythm), serta  teknik fox-chase.

Disadur dari: From the First Harmonica to the First Harmonica Recording (Steve Baker, 1991)

Share It